Semende sering kita dengar sebagai sebutan untuk sekolompok orang yang berbahasa Melayu dialek “e” pepet dan identik dengan adat “tunggu tubang”nya. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “semende?”
Berdasarkan sejarah lokal yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, semende berasal dari kata “same” (sama) dan “ende” (harga), semende secara etimologis berarti “sama harga”. Menurut sebagian tetua, yang dimaksud dengan sama harga adalah pihak laki-laki tidak membeli dan pihak perempuan tidak dibeli.
Selain makna di atas, semende juga dimaknai “same” (sama) dan “nde” (kepunyaan/kepemilikan). Semende juga bermakna “sama kepunyaan/kepemilikan”, artinya, sama-sama memiliki, dan memiiki sesuatu yang sama. Semende juga dapat diartikan “same” (Sama) dan “nde” (keluarga), semende (sama keluarga). Yang dimaksud dengan sama keluarga adalah memiliki keluarga yang sama atau dapat dikatakan satu keluarga.
Demikianla arti kata “semende” yang berkembang dalam tutur lisan masyarakat semende.
Selanjutnya, Semende sebagai adat, bahasa, etnik, dan wilayah akan dibahas di postingan selanjutnya..
Catatan Seorang Aktivis Aku adalah seorang aktivis, yang dianugrahi nurani untuk membedakan mana yang baik dan buruk dan dianugrahi akal untuk membedakan mana yang benar dan salah. Dan aku, dianugrahi petunjuk hidup, yang hingga kini belum sempat kupelajari apalagi kukuasai. Aku seorang aktivis, yang beretorika tentang idealita dan menjadi oposisi realita. Aku seorang aktivis, dan akan selalu menjadi aktivis, dengan prinsip yang tak dapat ditawar, apalagi dilelang. Hitam katakan hitam, putih katakan putih, atau tidak berkata sama sekali.

Komentar
Posting Komentar