Bandar Lampung, 8 September 2016. Deni Yuniardi, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unila yang juga mantan wakil presiden BEM U KBM Unila punya komentar unik soal Ahok. Ia berkata "Ahok itu pake peci berselendang sarung, kayak orang betawi, tapi gusur sana gusur sini. Saya jarang menonton siaran televisi yang menyiarkan Ahok beribadah di rumah ibadat."
Semende sering kita dengar sebagai sebutan untuk sekolompok orang yang berbahasa Melayu dialek “e” pepet dan identik dengan adat “tunggu tubang”nya. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “semende?” Berdasarkan sejarah lokal yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, semende berasal dari kata “same” (sama) dan “ende” (harga), semende secara etimologis berarti “sama harga”. Menurut sebagian tetua, yang dimaksud dengan sama harga adalah pihak laki-laki tidak membeli dan pihak perempuan tidak dibeli. Selain makna di atas, semende juga dimaknai “same” (sama) dan “nde” (kepunyaan/kepemilikan). Semende juga bermakna “sama kepunyaan/kepemilikan”, artinya, sama-sama memiliki, dan memiiki sesuatu yang sama. Semende juga dapat diartikan “same” (Sama) dan “nde” (keluarga), semende (sama keluarga). Yang dimaksud dengan sama keluarga adalah memiliki keluarga yang sama atau dapat dikatakan satu keluarga. Demikianla arti kata “semende” yang berkembang dalam tutur lisan masyar...


Komentar
Posting Komentar